RSS

Karakteristik, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

03 Apr

KARAKTERISTIK, TUJUAN, DAN MANFAAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Karakteristik PTK

Menurut IGAK Wardanai dan Kuswaya Wihardit (2014) terdapat beberapa karakteristik Penelitian Tindakan Kelas, yaitu:

  1. Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dulakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang harus di perbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukannya selama ini, dan diprakarsai dari dalam guru sendiri (an inquiry of practice from whitin), bukan oleh orang luar.
  2. Self reflektif inquiry, atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri PTK yang paling esensial. Untuk melakukan refleksi, guru berusaha bertanya pada diri sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apakah penjelasan saya terlampau cepat?
  • Apakah saya sudah member contoh yang baik?
  • Apakah saya sudah memberi kesempatan beratanya kepada siswa?
  • Apakah saya sudah memberi latihan yang memadai kepada siswa?
  • Apakah hasil latihan siswa sudah saya komentari?
  • Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami siswa?

Dari pertanyaan seperti di atas guru akan dapat memperkirakan penyebab dari masalah yang dihadapi dan kemudian akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki/meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. Penelitian kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga focus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi;
  2. Penelitian Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Dimana perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan (action) yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan.

Untuk lebih jelas perbedaan PTK dengan penelitian kelas non-PTK dapat kita amati pada table di bawah ini:

No Aspek Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Kelas Non-PTK
1 Peneliti Guru Orang Luar
2 Rencana Penelitian Oleh Guru (mungkin dibantu orang luar) Oleh Peneliti
3 Munculnya masalah Dirasakan oleh guru (mungkin dengan dorongan oleh orang luar) Dirasakan orang luar
4 Ciri Utama Ada tindakan untuk perbaikan yang berulang (siklus) Belum tentu ada
5 Peran guru Sebagai Guru dan peneliti Sebagai Guru (Objek Penelitian)
6 Tempat Penelitian Kelas Kelas
7 Proses Pengumpulan data Oleh guru sendiri atau bantuan orang lain Oleh Peneliti
8 Hasil Penelitian Langsung dimanfaatkan oleh guru dan dirasakan oleh Kelas Menjadi milik peneliti belum tentu dimanfaatkan oleh guru

Untuk memperjelas posisi PTK ada baiknya kita juga menyimak pendapat Raka Joni dkk., berkenaan dengan perbedaan PTK dengan Penelitian Formal lainnya, yaitu:

No Aspek Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Kelas Non-PTK
1 Motivasi Tindakan Kebenaran
2 Sumber Masalah Diagnosis Status Induktif-Deduktif
3 Tujuan Memperbaiki praktik, sekarang dan di sini Verifikasi dan menemukan pengetahuan yang dapat digeneralisasi
4 Peneliti yang terlibat Pelaku dari dalam Orang luar yang berminat
5 Sampel Kasus Khusus Sampel yang representative
6 Metodologi Longgar tapi berusaha untuk Objektif-Jujur-tidak memihak (Impartiality) Baku dan Objektivitas dan ketidakmemihakan yang terintegrasi (build-in objectivity and impartiality)
7 Penafsiran hasil penelitian Untuk memahami praktik melalui refleksi oleh praktisi yang membangun Mendeskripsikan, mengabstraksi, serta menyimpulkan, dan membentuk teori oleh ilmuwan
8 Hasil Akhir Siswa belajar lebih baik (Proses dan Produk) Pengetahuan, prosedur, atau materi yang teruji

Tujuan PTK

Penelitian pendidikan pada umumnya ditujukan untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu prosedur kerja, khususnya prosedur pembelajaran, menjamin cara kerja yang efektif dan efisien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai masalah pendidikan, dan menghindarkan sesuatu yang dapat merusak, serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Berdasarkan pemahaman tersebut, secara umum penelitian tindakan kelas bertujuan untuk:

  1. Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
  2. Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
  3. Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
  4. Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
  5. Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.

Perkembangan masyarakat dewasa ini sangat cepat dan sangat kompleks sehingga tuntutan terhadap layanan pembelajaran yang hams dilakukan oleh gmujuga meningkat. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan pembelajaran tersebut.

Tujuan ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.

Jika perbaikan dan peningkatan layanan pembelajaran dapat terwujud dengan baik berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, menurut Suyanto (1999) ada tujuan penyerta yang juga dapat dicapai sekaligus dalam kegiatan penelitian itu. Tujuan penyerta yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan oleh guru selama proses penelitian tindakan kelas dilakukan. Ini dapat terjadi karena tujuan utama dari penelitian tindakan kelas adalah perbaikan dan peningkatan layanan pembelajaran.Artinya, dengan penelitian tindakan kelas itu guru sekaligus banyak berlatih mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif yang telah dipilihnya sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran. Di sini guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik pembelaj aran secara reflektifdaripada ilmu baru dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan itu. Dalam konteks pengalaman latihan guru ini, Borg (1996) menegaskan bahwa tujuan utama penelifian tindakan adalah untuk pengembangan keterampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan pembelajaranyang dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

McNiff (1992) menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya PTK adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan di sini terkait dengan memiliki konteks dengan proses pembelajaran. Jika tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan professional pendidik dalam menangani proses belajara mengajar, bagaimana tujuan ituu dapat di capai?. Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternative dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran.

Sedangkan dalam bukunya Kunandar (2008) disebutkan bahwa tujuan penelitian tindakan Kelas adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru.
  2. Peningkatan kualitas praktik pembeljaran di kelas secara terus menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
  3. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran
  4. Sebagai alat training in-service,yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
  5. Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap system pembelajaran yang berkelanjutanyang biasanya menghambat inovasi dan perubahan
  6. Peningkatan hasil mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembeljaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan menningktkan motivasi belajar siswa
  7. Meningkatkan sikap profesionalpendidik dan tenaga kependidikan
  8. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan
  9. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutu hasil pendidikan juga situnjukkan untuk meningkatkan efisiensi peemanfaatan sumber-sumber daya yang terintegrasi di dalamnya

Manfaat PTK

Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek yakni aspek akademis dan aspek praktis. Aspek Akademis, manfaatnya adalah untuk membantu guru mengahasilkan pengetahuan yang shahih dan relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek. Adapun Manfaat Praktis dari pelaksanaan PTK antara lain:

  1. merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah. Peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin merupakan wahana pelaksanaan inovasi pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan pendekatan, metode,maupun gaya pembelajaran sehingga dapat melahirkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas.
  2. pengembangan kurikulum di tingkat sekolah, artinya dengan guru melakukan PTK maka guru telah melakukan implementasi kurikulum dalam tataran praktis, yakni bagaimana kurikulum itu dikembangkan dan disesuaikan dnegan situasi dan kondisi, sehingga kurikulum dapat berjalan secara efektif melalui proses pembelajran yang aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan.

Melalui PTK guru akan lebih banyak memperoleh pengalaman tentang praktik pembelajaran secara efektif, dan bukan ditujukan untuk memperoleh ilmu baru dari penelitian tindakan kelas yang dilakukannya. Dengan kata lain, tujuan utama PTK adalah mengembangkan katerampilan proses pembelajaran. Bukan untuk mencapai pengetahuan umum dalam bidang pendidikan. Meskipun demikian, PTK sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap pembelajaran yang menjadi tugas utamanya. Berbagai manfaat penelitian tindakan kelas antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut.

  1. Mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan senantiasa tampak baru dikalangan peserta didik.
  2. Merupakan upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik pembelajaran, serta situasi dan kondisi kelas.
  3. Meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang dilakukannya, sehingga pemahaman guru senantiasa meningkat, baik berkaitan dengan metode maupun isi pembelajaran.

Dalam pda ini, praktik PTK diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan pada umumnya. Untuk mewujudkan tujuan dan memperoleh manfaat sebagaimana dikemukakan diatas, terhadap beberapa hal yang harus ditanyakan dalam pelaksanaannya, sebagai berikut: a) Apakah hipotesis tindakan telah dirumuskan berdasarkan tujuan dan hasil kajian dengan landasan yang tepat, baik secara teoritis maupun konseptual? b) Apakah alternative pemecahan masalah yang direkomendasikan dapat mencapai tujuan dan memecahkan permasalahan dengan tepat? c) Bagaimanakah tindakan pemecahan masalah dilakukan, bagaimana mengetahui dan mengontrol hasilnya? d) Bagaimanakah cara menguji hipotesis tindakan untuk membuktikan perbaikan kondisi atau peningkatan kinerja system pembelajaran? e) Apakah pengambilan kesimpulan sesuai dengan tujuan, kondisi dan karakteristik pembelajaran?

Referensi:

Hamzah, dkk. 2011. Menjadi peneliti PTK yang professional. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2011. Praktik Penelitian Tindakan Kelas,menciptakan perbaikan berkesinambungan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Kunandar. 2008. Langkah Mudah PTK sebagai Pengembangan Profesi Guru Jakarta: PT. Rajagrafindo. Persada

Djunaidi, Ghony. M, 2008. Penelitian Tindakan Kelas Malang: UIN-Malang Pers.

Asrori Muhammad, 2007. Penelitian Tindakan Kelas Bandung: CV. Wacana Prima.

Wardhani, IGAK dan Wihardit, Kuswaya, 2014. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta: Universitas Terbuka.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2015 in PTK

 

Tag: , ,

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: